Baturaja.OKUPOS.Com – PT Perkebunan Sawit Minanga Ogan, Kabupaten OKU mengadakan ‘Pelatihan Untuk Pelatih (Training Of Trainers), Praktek Perkebunan Kelapa Sawit Yang Baik, Untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan’. Kegiatan yang digelar selama 2 hari ini, tepatnya pada tanggal 23-24 Juni 2018, menghadirkan tamu undangan Deny Turipno dan Cristina Hastings (Swiss) dari PT LDC Indonesia beserta Hans Smith (Belanda), Dani Rahadian, M. Tohirin, Rudy Zariansyah dari perusahaan SNV.

Sementara pihak dari PT. Minanga Ogan sendiri, Yusdi Simbolon (GM), Zulkarnain Ma’mun (advisor), Iman Komaruzaman (Manajer Humas& legal), diikuti oleh sekitar 25 orang petani sawit swadaya yang tersebar di Kabupaten OKU, kegiatan digelar bertempat di kantor PT. Minanga Ogan, Desa Lubuk Batang, Kabupaten OKU. Selama 2 hari mengikuti pelatihan, para peserta dibagi 2 season Teori dan Praktek. Hal ini disampaikan Dani Rahadian pihak Perusahaan dari SNV asal Belanda bersama Louis Dreyfus dan PT LDC dari Swiss, sebagai perusahaan pendukung kegiatan pada saat pembukaan kata sambutan.

Kata sambutan juga disampaikan General Manajer (GM) PT. Minanga Ogan, Yusdi Simbolon didampingi Zulkarnain Ma’mun (advisor) dan Iman Komaruzaman (Manajer Humas & legal) yang mengatakan puji syukur sebab tahun ini pihaknya kembali dipercaya untuk memberikan pelatihan, dari mulai teknis hingga ke lapangan untuk memberikan pendalaman dan pengetahuan seputar bidang kelapa sawit. Pelatihan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan teknis kepada para petani kelapa sawit di Kabupaten OKU.

“Sebagai petani yang maju dan Moderen tentu kita harus lebih banyak belajar dan menggali ilmu tentang perkebunan. Terutama Kebun kelapa sawit, sehinnga kita petani swadaya dapat meningkatkan produksi dan menekan biaya produksi. Begitu juga dengan prawatan kebun, sehingga dengan adanya pelatihan ini petani swadaya dapat menyerap Ilmu serta berbagi pengalaman dengan sesama petani, terutama dengan PT Pertanian Minanga Ogan ,”terang Yusdi Simbolon.Semua peserta pelatihan yang mengikuti jalannya kegiatan memahami tentang perkebunan kelapa Sawit, sehingga penyerapan tentang ilmu pengetahuan dan teori yang disampaikan cepat dimengerti ,”Dengan adanya pelatihan seperti ini saya merasa senang, selain menambah wawasan dan ilmu tentang perkebunan kelapa sawit sehingga dapat lebih meningkatkan Produksi dan perawatan kebun ke jenjang lebih baik lagi ,”jelas Nazron fauzi (58) salah satu peserta Petani swadaya sawit asal Kelurahan Batu kuning, yang memiliki kebun seluas 8,5 H di Desanya.Hal senada juga disampaikan Ir H Didik Kustranggono (57), peserta petani asal Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang yang mengelola kebun seluas 600 H, terdirii dari kebun pribadi, kebun keluarga dan kebun kelompok tani mengatakan ucapan terimakasih kepada PT Perkebunan Minanga Ogan, juga kepada

Louis Dreyfus, LDC dan SNV yang telah berbagi ilmu memberikan kan Pelatihan kepada dirinya dan para petani swadaya lainnya. Sebab dengan pelatihan tersebut mereka dapat ilmu dan pengetahuan yang lebih baik.“Dengan ini kami dapat lebih meningkatkan lagi hasil produksi, sebab sebagai petani moderen kita harus selalu menggali ilmu. Terutama tentang perkebunan kelapa sawit sehingga kita bisa meningkatkan hasil pertanian dan mutu agar mendapat nilai jual tinggi. Namu yang yang paling utama bagaimana kita dapat menjaga dan merawat kebun dengan biaya yang semaksimal mungkin dan hasil yang tinggi ,”papar Insinyur jebolan Universitas Negeri Pembangunan Yogya ini, yang juga pernah menjabat Kades di Desa Merbau, Lubuk Batang.Sebagai penutup, Diky Humas PT. Perkebunan Minanga Ogan mengatakan ,”Pelatihan yang digelar tidak hanya sampai disini, sesuai dengan tema Pelatihan Untuk Melatih (Training Of Trainers). Tentu pelatihan ini berlanjut sesuai dengan target awal seribu petani. Maka dari itu bagi peserta awal yang sejumlah 25 peserta pelatihan, diharap kan dapat mengkordinir petani kelapa sawit yang lain agar bisa nantinya mengikuti setiap kegiatan pelatihan yang kami adakan. Hal ini kami lakukan bertujuan demi kesejahteraan petani sawit di Kabupaten OKU ,”pungkas Diky. (RMW)