Sumatera Selatan yang merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera tak luput dari penyebaran wabah Covid-19. Saat ini sudah ada 3 Kabupaten/Kota di Sumsel yang sudah ditetapkan sebagai Zona Merah yaitu Palembang, Prabumulih & Ogan Komering Ulu (OKU). Kondisi ini tentu memberikan dampak negatif khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang ada di zona merah tersebut. Perusahaan dituntut untuk membuat kebijakan & meningkatkan kewaspadaan supaya wabah Covid-19 tidak masuk ke dalam lingkungan perusahaan sehingga akan mengganggu operasional kerja. Hal ini adalah seperti yang telah dilakukan oleh PT. Perkebunan Minanga Ogan, perusahaan sawit dengan ribuan karyawan yang terletak di Baturaja, OKU.

1

Dalam mencegah penyebaran wabah covid-19 di lingkungan perusahaan, PT. Perkebunan Minanga Ogan sudah terlebih dahulu membentuk Tim Siaga Covid-19 sejak Sumsel & OKU masih zona hijau. Tim siaga ini terdiri dari Yusdi Simbolon (GMO), Misran (HRD), dr. Grandis Aji Pamungkas (Dokter Perusahaan), Subardi (Asmen QC), Vinda Catur (Ast. QC) dan pimpinan dari masing-masing unit/kantor.
Tim Siaga Covid-19 PT. Perkebunan Minanga Ogan sampai saat ini telah melakukan berbagai program pencegahan yaitu membuat kebijakan & surat edaran terkait Covid-19, sosialisasi, menyediakan sarana prasarana penunjang, pemeriksaan tamu dari luar kota dan pembagian masker kepada karyawan. Melalui kebijakan & surat edaran yang dibuat, diambil keputusan bahwa setiap karyawan harus bekerja menggunakan masker yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan & menerapkan social/physical distancing di lingkungan kerja, kegiatan seremonial, perkumpulan & keagamaan yang sifatnya .

 

mengumpulkan massa dihentikan sementara selama pandemi Covid-19, seluruh karyawan harus selalu menjaga kebersihan diri & mematuhi kebijakan yang berlaku. Sosialisasi telah dilakukan kepada seluruh karyawan agar penerapan kebijakan berjalan maksimal.
Sarana dan prasarana penunjang yang telah disediakan oleh perusahaan antara lain membuat tempat cuci tangan anti corona di pintu masuk kantor, menyediakan bilik sterilisasi, membagikan set perlengkapan pencagahan Covid-19 di setiap lingkungan perumahan, membuat hand sanitizer secara mandiri serta menyiapkan masker untuk karyawan. Perlakuan terhadap tamu dari luar kota juga sangat ketat, setiap tamu yang datang harus lapor kepada petugas, diperiksa kesehatannya, didata di buku tamu dan disterilisasi terlebih dahulu sebelum masuk ke komplek perusahaan, jika tamu dalam keadaan sakit, maka wajib memeriksakan diri ke Klinik Perusahaan untuk mendapatkan penanganan. Keluarga karyawan yang bermaksud menginap di komplek perumahan, selain menjalani proses tersebut juga harus melakukan isolasi diri selama 14 hari. Kegiatan ini juga tentunya dilaporkan kepada Puskesmas & aparat pemerintahan setempat demi terjalinnya sinergitas penanggulangan Covid-19.
‘Berbagai upaya telah dilakukan, tinggal kami berharap penerapannya dapat berjalan maksimal & berdoa agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu, Aamiin YRA” ujar dr. Grandis selaku ketua pelaksana Tim Siaga Covid-19 PT. Perkebunan Minanga Ogan.

Oleh : dr. Gerandis